JonaSHINee

Jonas and SHINee

Unforgettable Memory Juli 9, 2010

Filed under: karya saya — miseungie @ 12:27 pm

Park Seung Mi POV

Aku menenggak jus apel yang sedari tadi setia menunggu di kulkas. Aku berjalan menuju kamarku sambil membawa gelas berisi jus apel. Sesampainya di kamarku aku langsung merebahkan diri di ranjang dan meletakkan gelas di meja rias. Aku mengambil novel yang belum selesai kubaca dan mulai membacanya.

Tiba-tiba angin dingin menyeruak masuk ke kamarku. Aku menoleh kearah jendela. Tertutup. Jendelaku tertutup. Angin dari mana ini? Aku meneruskan membaca. Mungkin hanya perasaanku saja.

“siapa kau?”

Aku terlonjak kaget dan berbalik. Berdiri seorang namja didekat meja riasku. “siapa kau? Kenapa kau bisa disini?” tanyaku sedikit gugup.

“aku tak tau…” katanya. Sepertinya dia jujur.

Siapa dia? Aku tak pernah melihatnya. Kenapa dia bisa masuk kamarku?

“siapa namamu?” tanyaku sambil berusaha menenangkan diri.

Dia menggeleng lemah. Apa? Dia bahkan tak tahu namanya?

“tempat tinggalmu?” tanyaku lagi.

Dia kembali menggeleng. Aiish jangan-jangan dia masuk karena Hyeri onnie? Aku segera menarik tangannya keluar kamar. Tangannya dingin. Dia mengikutiku menuju kamar Hyeri onnie, kakakku.

Aku perlahan membuka pintu kamar Hyeri onnie. Saat kubuka pintu. Kulihat Hyeri onnie menangis di ranjangnya. Aku menghampirinya. Sedangkan namja itu tetap berdiri di ambang pintu.

“Onnie…kau kenapa?” tanyaku sambil duduk disampingnya.

“Jinki…dia kecelakaan…sekarang keadaannya kritis!” Hyeri onnie menjelaskan dengan terbata-bata. Jinki adalah namjachingu kakakku. Aku tak pernah bertemu dengannya.

Aku memeluk tubuh Hyeri onnie. “doakan saja dia membaik…”

“terimakasih Seung Mi…” katanya sambil tersenyum.

“oh iya Onnie! Apakah kau membawa seseorang masuk kedalam?” tanyaku setelah Hyeri sedikit tenang.

“siapa?”

“uuhhm itu namja yang sedang berdiri di ambang pintumu…” kataku sambil menunjuk kearah ambang pintu.

Hyeri mengernyitkan dahi. “Seung Mi…tak ada siapapun di ambang pintu…”

Apa? Tidakkah Hyeri melihat namja itu berdiri dengan ekspresi bingung? Aku menatap penuh Tanya kearah namja itu. Namja itu menggeleng pelan.

“baiklah Onnie..sebaiknya onnie tidur…” kataku sambil berdiri dan keluar kamar.

“siapa kau sebenarnya?” tanyaku setelah menutup pintu kamar Hyeri.

“sudah kubilang aku tak ingat apapun! Aku tiba-tiba saja bisa muncul dikamarmu!” kata namja itu.

“baiklah…lalu kenapa kau tak pergi sekarang?” tanyaku.

“aku tak tau harus kemana…” katanya. “karena itu aku akan tinggal disini sampai menemukan siapa aku sebenarnya…” sambungnya lagi.

“apa? Kenapa harus disini?” tanyaku.

“karena kau bisa melihatku! Kakakmu saja tak bisa melihatku…”

“tapi…”

“ayolah Seung Mi…” ia memohon.

“baiklah…sebelumnya aku harus memberimu nama…”

“terserah kau saja…”

“Kim! Aku akan memanggilmu Kim!”

“kenapa Kim?”

“entahlah…aku suka nama itu…” aku juga tak tau kenapa harus ‘Kim’.

“baiklah…sekarang kau harus tidur…bukankah besok kau kuliah?” katanya.

“memang…” kataku lalu berjalan ke kamarku dan menutup pintu.

<<<***>>>

“Seung Mi! bangun!” uggh pasti itu suara Kim. Aku menggeliat sedikit lalu menarik selimutku hingga ke ujung kepala. Tiba-tiba sebuah tangan dingin memegang pipiku. Aku terlonjak kaget.

“tanganmu dingin!” kataku sambil turun dari ranjang.

“berguna untuk membangunkanmu!” kata Kim sambil tertawa.

“kenapa kau bisa menyentuhku?” tanyaku bingung. Yaah Kim kan hantu…dia bisa menembus tembok tapi bisa menyentuhku. Bukankah itu aneh?

“aku tak tau…aku juga bisa memelukmu…” katanya lalu memelukku. Dingin. Badannya dingin. Tanpa kusadari pipiku memanas.

Aku melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju kamar mandi tanpa berkata apa-apa lagi.

Author POV

Kim mondar-mandir di kamar Seung Mi sementara Seung Mi mandi. Pikirannya kacau. Kenapa dia disini? Apakah dia benar-benar hantu? Lalu kenapa dirumah ini? Dan namanya. Kim tersenyum. Seung Mi memberinya nama itu. Entah kenapa dia senang ketika di sisi Seung Mi padahal mereka baru kenal kemarin.

Satu hal lagi yang sedikit aneh menurut Kim. Kim merasa dia sangat mengenal Hyeri. Kakak Seung Mi.

Park Seung Mi POV

Haaah akhirnya kuliah hari ini selesai juga. Setidaknya aku tidak diganggu lagi oleh Kim. Tadi dia menggangguku dengan cara menjatuhkan tasku. Lalu dia mengganggu dosen dengan menarik wig dosen yang ternyata botak itu. Setelah itu dia tertawa tebahak-bahak.

“kau juga senang kan Seung Mi!” tanyanya sambil tetap tertawa.

“ya…untung saja mereka tak melihatmu!”

“kalau mereka melihatku aku tak akan melakukannya pabo!”

“apa? Kau bilang aku pabo!” pekikku kesal. Pekik? Aku menjerit! Kulihat beberapa mahasiswa menatap heran kearahku. Mungkin mereka menganggapku gila. Aku segera berlari. Kim tetap mengikutiku.

BUUKH

“aawww” tubuhku terpental. Aku menabrak seseorang.

“kau tak apa?”

Aku mendongak melihat siapa yang kutabrak. Minho. Yaah dia satu angkatan denganku. Dia membantuku berdiri.

“gomawo…” aku berterima kasih sambil membungkuk sedikit.

“kau Park Seung Mi kan?” tanyanya. Wow…dia mengenalku! Minho seorang namja yang di idam-idamkan yeoja satu universitas mengenalku! Wajar saja aku sedikit senang.

“kau mengenalku?” tanyaku.

Dia mengangguk. “kau mau pulang?”

Aku balas mengangguk.

“kalau begitu biar aku antar!” katanya sambil menarik tanganku. Pasti pipiku merah sekarang. Aku tak bisa menolak ajakannya.

Minho mengantarku dengan mobilnya. Sesampainya didepan rumahku aku turun.

“gomawo Minho…” kataku sambil tersenyum.

Minho balas tersenyum. “aku senang bisa melihatmu tersenyum..”

Aku terdiam. Lalu masuk kedalam rumah.

“kau senang?” Kim bertanya begitu aku menutup pintu.

Aku tersenyum lalu mengangguk. “ aku sangat senang hari ini!”

Kim tersenyum hambar. Kenapa dia? Ahh biarlah…mungkin dia punya masalah sendiri.

<<<***>>>

Satu bulan telah berlalu. Kim belum juga menemukan siapa dirinya. Sementara aku merasakan sesuatu yang berbeda. Perasaanku terhadap Kim. Aku meyakinkan diriku bahwa perasaan ini adalah perasaan saying karena Kim selalu disampingku. Selalu mendengar ceritaku. Selalu menghiburku.

“Seung Mi! Jinki akan di operasi!” tiba-tiba Hyeri keluar dari kamarnya dengan berlinang air mata.

“apa? Kenapa?” tanyaku bingung. Sudah satu bulan ini juga Lee Jinki namjachingu kakakku kritis.

“ayo ikut aku!” katanya sambil menarik tanganku. Aku hanya mengikutinya.

<<<***>>>

Sesampainya di rumah sakit aku dan Hyeri Onnie segera ke kamar operasi. Hyeri onnie memaksa masuk tapi tidak diizinkan oleh salah satu perawat. Sekarang Hyeri Onnie hanya menangis di depan pintu kamar operasi.

“seberapa parah dia?” Tanya Kim.

“aku tak tau…bahkan aku tak tau bagaimana rupa Jinki!” kataku.

Tiba-tiba pintu kamar operasi terbuka. Aku melihat beberapa perawat membawa sesosok tubuh yang terbaring lemah keluar. Dia Lee Jinki. Kakakku berdiri di sampingnya. Menangis.

Aku melihat wajah Jinki. Seketika itu pula seluruh darahku membeku. Aku menatap Kim yang menatapku penuh arti. Tanpa sadar airmata mengalir di pipiku. Sementara Jinki dimasukkan ke ruang ICU.

Aku terduduk. Airmata mengalir deras dipipiku. Kim. Yang selama satu bulan belakangan ini selalu disampingku. Selalu menghiburku ternyata adalah Lee Jinki. Lee Jinki namjachingu kakakku. Aku merasakan Kim memelukku. Aku mendongak menatapnya. “kau adalah Jinki…” gumamku. Dia mengangguk.

“Saranghae…” bisiknya lirih. Kim atau lebih tepatnya jiwa Jinki, namjachingu kakakku. Megatakan bahwa ia mencintaiku. Airmataku semakin deras mengalir. Perlahan aku merasakan Kim menghilang. Tangan dinginnya tak lagi menggenggam tanganku. Dia tak lagi memelukku.

“Nado saranghae…” bisikku lirih. Aku mencintainya. Aku tak bisa lagi membohongi perasaanku. Aku mencintai Lee Jinki yang tragisnya adalah namjachingu kakakku.

Aku mencoba berdiri dan menghapiri kakakku. Ketika aku sampai dikamar Jinki. Aku melihatnya telah sadar.

“dia adikku…Park Seung Mi…” kata kakakku pada Jinki. Aku hanya tersenyum hambar. Ingatkah ia akan kenangan jiwanya?

“ternyata dia Seung Mi…annyeong Seung Mi-ah…” kata Jinki sambil tersenyum. Senyum yang selama ini menenangkanku. Jelas sudah. Dia tak ingat.

“aku senang kau sudah membaik…” kataku sedikit tercekat. “Kim…” gumamku tanpa sadar. Kakakku tak mendengar namun Jinki mendengar dia mengernyitkan dahi bingung.

Epilog

Park Seung Mi POV

Aku melihat kakakku tersenyum bahagia diatas panggung itu. Bersama Jinki. Hari ini adalah hari pertunangan Hyeri dan Jinki. Mereka tampak bahagia. Tak hentinya bibir mereka menyunggikan senyum.

Melihat mereka bahagia seakan membuka luka lamaku. Jujur saja hatiku sakit saat melihat orang yang kucintai tersenyum bahagia dihari pertunangannya bersama yeoja lain yang tragisnya adalah kakak kandungku.

Aku mencoba tersenyum. Aku akan mencoba menghapus cintaku pada Jinki. Tapi aku tak akan melupakan kenanganku dengannya. Aku akan mencoba menata kembali hidupku dengan kenangan itu sebagai penguatku.

“kapan kita akan seperti mereka?” Tanya Minho sembari merapatkan tubuhku ke tubuhnya.

Aku tersenyum. “saat kita yakin…” jawabku.

“kau benar…” kata Minho sambil tersenyum manis.

Yaah…aku juga akan belajar mencintai Minho yang sekarang resmi menjadi namjachingu-ku.

Semoga Jinki bahagia…sesederhana itu keinginanku.

THE END

 

Forever More-Onew Juni 19, 2010

Filed under: LYRIC — miseungie @ 5:25 pm

Aiishh ak suka banget sma nih lagu… suara Onew nenangin banget

FOREVER MORE

Before we go to sleep tonight
We’ll say our prayers
I’ll hold you tight
and kiss away the fears you hold inside you

So many years have passed us by
I cherish the moments by your side
A love like ours will only grow much stronger
I wanna to tell you

That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh honey
I’ll be the one to love you when the morning comes

Through all the tears we left behind
The joy we shared, your hand in my mine
I can’t resist ooo touching you not even while you’re sleeping
And when you wake I promise you
We’ll celebrate our dreams come true
A love like ours will only grown much stronger

I wanna to tell you
That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh baby
I’ll be the one to love you when the morning comes

Let me tell you
There will never be another cold and lonely winter night
‘Cause we’re family
And baby our love will last forever

So I’ll say to you
That forever more, I’ll be the one to love you darling
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh I will baby
And that forever more
I’ll be the one to love you when the morning comes

I’ll be the one to love you……..forever more